Sehubungan dengan Idul Fitri, order yang masuk pada tanggal 
23 - 30 Juni 2017 akan diproses pada Senin, 3 Juli 2017
Kategori Produk
Alkes Rumah Sakit
Alat THT
Alat Kesehatan Paru
Alat Neurologi
Alat Kardiologi
Seragam Medis
Alat Ginekologi
Alat Sterilisasi Medis
Breathalyzer
Alat Farmasi
Alat Bedah
Alat Kedokteran Umum
Furniture Rumah Sakit
Instrumen Medis
Linen Medis
Alat Laboratorium
Rapid Test
Alat Pengerjaan Darah
Hematology Analyzer
Urine Analyzer
Mikropipet
Alat Imunologi
Kulkas Medis
Mikroskop
Instrumen Laboratorium
Reagen

Defibrillator

Defibrillator berfungsi untuk mengalirkan listrik kejut ke jantung seseorang dalam upaya menginduksi denyut jantung seseorang dalam kondisi darurat atau emergency. Alat ini ada yang bersifat portabel dan ada pula yang menjadi satu dengan dengan set alat operasi. Untuk penggunaan klinik atau perusahaan, yang digunakan adalah defibrillator portabel. Meskipun jarang digunakan, tetapi pastikan untuk beli defibrillator dengan kualitas baik agar dapat berfungsi maksimal ketika digunakan.


Perbedaan Defibrillator Monofasik dan Defibrillator Bifasik

perbedaan defibrillator monofasik dan bifasik

Perbedaan utama adalah defibrillator monofasik dan defibrillator bifasik terletak pada jenis kejutan listrik yang dihasilkan di mana pada defibrillator monofasik menggunakan gelombang di mana kejutan listrik dialirkan ke jantung dari satu vector saja, sedangkan pada defibrillator bifasik kejutan listrik dialirkan ke jantung dari dua vector. Dengan kata lain, kejutan listrik pada defibrillator monofasik dihasilkan satu arah saja dari satu elektroda ke elektroda lainnya, sedangkan pada defibrillator bifasik, arah kejutan listrik awal yang dihasilkan akan dibalikkan dengan mengubah polaritas elektroda pada elektroda lainnya dari kejutan listrik yang dihasilkan.

Apa itu Defibrillasi?

Defibrillasi adalah jenis penanganan untuk fibrillasi ventricular dan disaritmia jantung dapat mengancam keselamatan jiwa. Defibrilasi dilakukan dengan mengalirkan sejumlah aliran listrik dalam dosis terapi ke jantung melalui alat yang disebut defibrillator. Energi dari defibrillator dinyatakan dalam satuan Joule. Joule adalah satuan energy untuk 1 Ampere aliran listrik yang melalui resistensi 1 Ohm selama 1 detik. Joule dapat dirumuskan sebagai berikut :

Joule (energy) = tegangan x arus listrik x waktu

Apa itu Defibrillator Monofasik?

defibriilator monofasik

Dalam panjang gelombang monofasik, impedansi tubuh pasien atau resistensi terhadap arus listrik tidak dapat diatur, dan umumnya direkomendasikan untuk menggunakan energy 360 Joule pada defibrillator monofasik pada pasien dewasa untuk memastikan aliran listrik maksimum diberika pada pasien dikarenakan kita tidak dapat mendeteksi impedansi pasien.

Apa itu Defibrillator Bifasik

defibrillator-bifasik-instramed-cardiomax

Panjang gelombang bifasik awalnya dikembangkan untuk digunakan pada defibrillator tipe implant dan kini telah menjadi standar dalam defibrillator eksternal.

Defibrillator Tipe Implan :

Defibrillator ini terdiri dari alat implant kecil yang dipasang pada tubuh pasien yang dapat mendeteksi irama jantung abnormal dan mengaturnya dengan memberikan aliran listrik instan dalam bentuk defibrillasi bifasik.

External Defibriilator

External defibrillator adalah ala yang dapat mengalirkan defibrillasi bifasik pada tubuh pasien pada kondisi abnormalitas irama jantung fatal. Hal ini penting untuk berada di dalam ruang UGD.

Gelombang bifasik dapat membantu fibrillasi ventrikuler pada aliran listrik lebih rendah daripada defibrillator monofasik. 

Apa saja perbedaan antara defibrillator monofasik dan defibrillator bifasik?

Kita dapat meninjaunya dari beberapa faktor :

  1. Ketersediaan

Defibrillator monofasik kurang popular dibandingkan defibrillator bifasik

  1.  Penyesuaian Impedansi Pasien

Pada defibrillator monofasik kita tidak dapat menyesuaikan aliran listrik yang dihasilkan untuk menembus resisten badan pasien sedangkan defibrillator bifasik kita dapat menyesuaikan aliran listrik yang sesuai.

  1. Kekuatan aliran listrik yang dihasilkan

Defibrillator monofasik menggunakan aliran listrik 360 Joule untuk mengalirkan energy ke tubuh pasien untuk mengatasi aritmia jantung. Di sisi lain, defibrillator bifasik dapat mengatur aliran listrik yang dihasilkan baik secara manual ataupun otomatis, defibrillator bifasik juga menggunakan kekuatan listrik yang lebih kecil dibandingkan defibrillator monofasik

  1. Efektivitas alat

Defibrillator monofasik lebih tidak efisien dibandingkan defibrillator bifasik  

  1. Resiko merusak otot jantung

Defibrillator monofasik berpotensi lebih tinggi merusak otot jantung karena menggunakan aliran listrik yang lebih tinggi.    

Medicalogy jual alat defibrillator berbagai brand di antaranya Metsis, Heartplus, dan lainnya. Beli defibrillator di Medicalogy untuk jaminan alat 100% asli dan baru. Harga defibrillator di Medicalogy termasuk murah dan bisa dicicil. Garansi alat 1 tahun dan after sales service yang mudah diakses di Medicalogy.