Sehubungan dengan Idul Fitri, order yang masuk pada tanggal 
23 - 30 Juni 2017 akan diproses pada Senin, 3 Juli 2017
Kategori Produk
Alkes Rumah Sakit
Alat THT
Alat Kesehatan Paru
Alat Neurologi
Alat Kardiologi
Seragam Medis
Alat Ginekologi
Alat Sterilisasi Medis
Breathalyzer
Alat Farmasi
Alat Bedah
Alat Kedokteran Umum
Furniture Rumah Sakit
Instrumen Medis
Linen Medis
Alat Laboratorium
Rapid Test
Alat Pengerjaan Darah
Hematology Analyzer
Urine Analyzer
Mikropipet
Alat Imunologi
Kulkas Medis
Mikroskop
Instrumen Laboratorium
Reagen

Alat Periksa Kewanitaan

Alat periksa kewanitaan adalah alat yang digunakan untuk memeriksa kondisi organ vital wanita dalam hal kebersihan, fungsi, dan anatomi yang normal. Di antaranya adalah pap smear, di mana pap smear adalah suatu prosedur skrining kanker serviks. Tes ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan cel kanker atau pre-kanker pada area serviks. Serviks sendiri adalah area mulut uterus. Selama pemeriksaan dilakukan, sel dari serviks diambil secara lembut untuk kemudian diperiksa adanya pertumbuhan abnormal. Pemeriksaan ini mungkin agak sedikit kurang nyaman tetapi umumnya tidak memberikan rasa sakit yang lama.

jual Alat Cek Pap Smear LC-Prep Processor
20% off
Rp48.737.500
Rp38.990.000
jual Alat Cek Pap Smear Universal Specimen Medium
20% off
Rp11.643.750
Rp9.315.000
jual Kit Cek Pap Smear LC-Prep Filter-Slides Pack
20% off
Rp18.125.000
Rp14.500.000
jual Kit Cek Pap Smear Cervix-Brum Steril
20% off
Rp7.850.000
Rp6.280.000

Pemeriksaan kewanitaan adalah prosedur sederhana yang tidak memakan waktu lama. Prosedurnya adalah wanita tidur terlentang, petugas kemudian memasukkan ke dalam vagina secara lembut sebuah spekulum yang ditahan membuka lubang vagina. Serviks adalah area mulut uterus yang bersambungan dengan mulut vagina. Setelah itu sebuah sikat/sapu kecil digunakan untuk mengambil sejumlah kecil sel di dalam serviks untuk dicek ada tidaknya abnormalitas sel serviks. Umumnya wanita dapat mulai melakukan tes pap smear pada usia 21 tahun. Tes yang lebih sering dapat dilakukan pada kondisi : seorang wanita positif HIV, sistem imun seseorang sangat lemah pasca kemoterapi atau transplantasi organ, untuk wanita usia di atas 30 tahun dan hasil tes pap smear 3 kali berturut - turut adalah normal maka tes pap smear cukup dilakukan setiap 5 tahun sekali dengan dikombinasikan dengan skrining HPV (Human papillomavirus). Penyebab utama kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Jika seseorang terinfeksi HPV, maka resiko terjadinya kanker serviks pun meningkat. Wanita usia di atas 65 tahun dengan riwayat hasil pap smear normal tidak perlu lagi melakukan tes pap smear. Meskipun seseorang hanya menjalani hubungan monogami, tes pap smear reguler tetap perlu dilakukan karena virus HPV dapat saja tidak aktif selama bertahun - tahun, dan lalu kemudian menjadi aktif kembali.