Kategori Produk
Alkes Rumah Sakit
Alat THT
Alat Kesehatan Paru
Alat Neurologi
Alat Kardiologi
Seragam Medis
Alat Ginekologi
Alat Sterilisasi Medis
Breathalyzer
Alat Farmasi
Alat Bedah
Alat Kedokteran Umum
Furniture Rumah Sakit
Instrumen Medis
Linen Medis
Alat Laboratorium
Rapid Test
Alat Pengerjaan Darah
Hematology Analyzer
Urine Analyzer
Mikropipet
Alat Imunologi
Kulkas Medis
Mikroskop
Instrumen Laboratorium
Reagen

Dengue Test Kit

Dengue Test Kit atau Alat uji Dengue adalah alat bantu untuk diagnosis atau deteksi penyakit Demam Berdarah atau DBD yang mudah dilakukan serta memberikan hasil yang cepat. Selain itu, alat ini memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi. Cara penggunaannya dengan meneteskan sampel darah atau serum ke dengue test kit dan hasilnya dapat diketahui dalam 15-30 menit.

jual Humasis NS1 Dengue Rapid Test
19% off
Rp3.300.000
Rp2.666.750
jual Humasis IgG/IgM Rapid Test
23% off
Rp2.200.000
Rp1.684.500
jual Dengue (IgG/IgM) Casette Accubiotech
20% off
Rp1.523.500
Rp1.218.800
jual Rapid Test Dengue Kaset Dengue NS 1
10% off
Rp1.787.500
Rp1.608.750
jual Rapid Test Dengue IgG/IgM
10% off
Rp1.265.000
Rp1.138.500
jual Mono Rapid Test Dengue IgG/IgM 25 Card/Box
10% off
Rp1.656.000
Rp1.490.400
jual Nova Rapid Test Dengue IgG/IgM 25 Card/Box
-10% off
Rp2.556.000
Rp2.811.600
jual Nova Rapid Test Dengue NS1 25 Card/Box
-10% off
Rp5.400.000
Rp5.940.000

Bagaimana Uji Demam Berdarah Digunakan?

Uji demam berdarah digunakan untuk menentukan seseorang dengan tanda dan gejala dan pemaparan potensial yang baru saja terjadi yang terinfeksi oleh virus demam berdarah. Infeksi ini sulit untuk didiagnosa tanpa uji laboratorium karena gejala awalnya menyerupai penyakit lain, seperti infeksi chikungunya. Dua tipe utama pengujian adalah:

  • Uji molekul (Polymerase Chain Reaction, PCR) – tipe uji ini mendeteksi bahan genetik dari virus demam berdarah dalam darah dalam minggu pertama setelah gejala muncul (demam) dan bisa digunakan untuk menguji yang mana dari empat tipe yang menyebabkan infeksi. Pada tipe uji Real Time RT-PCR bisa mendeteksi demam berdarah dan dua penyakit lainnya yang dibawa oleh nyamuk, Zika dan Chikungunya, dan perbedaan diantara ketiganya. Hanya laboratorium kesehatan tertentu yang mampu menyediakan uji ini setelah pembuktian bahwa lab tersebut berhasil melakukan pengujian kadar logam. Meskipun uji ini tidak tersedia pada rumah sakit atau klinik, praktisi pelayanan kesehatan bisa meminta melalui divisi mereka dan departemen kesehatan umum setempat. Hasil bisa diambil dari empat hari sampai dua minggu, berdasarkan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit.

Uji molekul darah tidak memungkinkan mendeteksi virus setelah tujuh hari sakit. Jika hasil uji PCR negatif, uji antibodi bisa digunakan untuk membantu membuat diagnosa.

  • Uji antibodi – uji ini terutama digunakan untuk membantu mendiagnosa infeksi saat itu terjadi dan infeksi yang baru saja terjadi. Uji antibodi mendeteksi dua kelas antibodi berbeda yang dihasilkan oleh tubuh dalam merespon infeksi demam berdarah, IgG dan IgM. Diagnosa harus memerlukan kombinasi dari dua uji tersebut karena sistem imun tubuh menghasilkan tingkat antibodi yang beragam dari serangkaian sakit.

Antibodi IgM yang pertama dihasilkan dan uji ini paling efektif saat melakukan pengujian paling tidak 7-10 hari setelah paparan. Tingkat konsentrasi infeksi darah meningkat selama beberapa minggu, kemudian berangsur turun. Setelah beberapa bulan, antibodi IgM jatuh di bawah tingkat yang bisa terdeteksi. Antibodi IgG dihasilkan lebih lambat dalam merespon infeksi. Biasanya, tingkatnya meningkat dengan infeksi akut, stabil, dan kemudian berlangsung lama. Seseorang yang sudah terpapar virus terutama infeksi saat itu harus menjaga tingkat antibodi IgG dalam darah yang bisa mempengaruhi interpretasi hasil diagnosa. 

Kapan Uji Demam Berdarah Dilakukan?

Pengujian mungkin diminta saat seseorang mempunyai tanda dan gejala yang berhubungan dengan demam berdarah diikuti perjalanan yang pernah orang tersebut lakukan ke daerah tropis di mana virus demam berdarah itu ada. Beberapa tanda dan gejala utama meliputi :

  • Demam tinggi dengan tiba-tiba (104°F atau 40°C)
  • Sakit kepala berat atau rasa sakit di belakang mata
  • Sakit sendi, sakit otot dan/atau sakit tulang
  • Gusi dan hidung berdarah
  • Memar ringan
  • Jumlah sel darah putih yang rendah

Uji molekul dilakukan dalam jangka waktu satu minggu dari serangan gejala untuk mendeteksi infeksi akut, sedangkan uji antibodi mungkin dilakukan lebih dari empat hari setelah gejala muncul. Jika uji antibodi dilakukan, sampel darah tambahan mungkin dikumpulkan setelah dua minggu dari gejala untuk menguji jika antibodi meningkat.

Bagaimana Cara Membaca Hasil Uji Demam Berdarah?

Uji molekul– sebuah uji PCR yang mendeteksi kemunculan virus itu sendiri yang umumnya dianggap cara paling dipercaya dalam diagnosa. Hasil positif dari PCR dianggap meyakinkan.Hasil negatif uji PCR mungkin mengindikasikan bahwa tidak ada infeksi yang muncul atau tingkat virus tersebut terlalu rendah untuk dideteksi, mungkin terjadi jika uji dilakukan setelah 7 hari masa jendela selama virus ada di sampel yang dikumpulkan untuk uji.Hasil negatif PCR diiikuti oleh uji antibodi (di bawah).

Uji antibodi – uji antibodi mungkin dilaporkan sebagai positif atau negatif, atau mungkin dilaporkan sebagai titer antibodi dengan interpretasi tipe antibodi mana yang muncul (IgG atau IgM).

Hasil uji IgM dan IgG positif untuk antibodi demam berdarah dideteksi dalam sampel darah awal yang berarti bahwa kemungkinan orang tersebut menjadi terinfeksi dengan virus demam berdarah dalam minggu-minggu terakhir.Uji antibodi IgM bisa positif jika seseorang sudah terinfeksi dengan virus yang sama, seperti chikungunya (disebut reaksi silang). Jika uji antibodi IgM awal adalah positif, uji kedua disebut Plaque Reduction Neutralization Test (PRNT) atau uji netralisasi pengurangan plak yang digunakan untuk mengkonfirmasi kehadiran antibodi terhadap virus demam berdarah dan untuk membantu mengatur infeksi virus lainnya.

Jika IgG positif tetapi IgM rendah atau negatif, kemungkinan bahwa orang tersebut mengalami infeksi yang terkadang terjadi  di masa lalu. Jika titer antibodi IgG demam berdarah meningkat empat kali lipat atau lebih tinggi (seperti titer 1:4 atau titer 1:64) diantara sampel awal dan satu sampel yang diambil dua sampai empat minggu kemudian, kemungkinan seseorang itu mempunyai infeksi yang baru saja terjadi.

Hasil negatif dari antibodi IgM dan/atau IgG berarti orang tersebut tidak mengalami infeksi demam berdarah dan gejala dikarenakan oleh sebab lain, atau tingkat antibodi mungkin terlalu rendah untuk diukur. Orang tersebut mungkin masih memiliki infeksi demam berdarah – hal itu mungkin hanya terlalu cepat setelah paparan awal terhadap virus untuk menghasilkan tingkat antibodi yang terdeteksi.

Di bawah ini tabel hasil ringkasan yang bisa dilihat dengan uji antibodi:

Hasil IgM

Hasil IgG

Interpretasi yang Mungkin

Positif

Negatif

Infeksi saat itu

Positif

Positif

Infeksi saat itu

Rendah atau negatif atau tidak diuji

Empat kali lipat meningkat pada sampel yang diambil 2-4 minggu terpisah

Infeksi yang baru saja terjadi

Rendah atau negatif

Positif

Infeksi yang lalu

Negatif

Negatif

Terlau cepat setelah paparan awal untuk antibodi berkembang atau gejala karena penyebab lain

Gejala Demam Berdarah

Gejala fisik seperti ruam atau sakit sendi bukan cara yang dapat dipercaya untuk diagnose demam berdarah karena gejala tersebut tidak memungkinkan muncul hingga setelah demam pertama sudah lewat. Uji antibodi untuk demam berdarah bisa menjadi positif jika seseorang terinfeksi dengan arbovirus lain seperti virus West Nile. Praktisi pelayanan kesehatan akan mempertimbangkan hasil uji seseorang, riwayat kesehatan, dan riwayat perjalanan yang baru dilakukan dalam pembuatan diagnosa. Tidak ada uji laboratorium bisa memprediksi ada atau tidak adanya infeksi yang akan berlanjut ke tahap yang lebih berat, tetapi mereka yang terinfeksi demam berdarah sebelumnya beresiko berkembang ke demam berdarah yang lebih berat selama infeksi kedua. 

Pemeriksaan dengan dengue test kit jauh lebih mudah dan murah daripada pemeriksaan di laboratorium, oleh karena itu alat ini dapat digunakan di puskesmas atau klinik yang akses ke laboratoriumnya jauh atau sulit. Selain itu, alat ini memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi. Prinsip kerja dengue test kit yaitu mendeteksi dan membedakan antibodi IgG dan IgM dari virus demam berdarah di dalam serum manusia atau plasma. Test ini juga dapat mendeteksi 4 serotipe Dengue dengan menggunakan campuran rekombinan protein Dengue. Alat uji ini digunakan pada pasien yang dicurigai terinfeksi demam berdarah, yaitu terutama diuji setelah pasien demam 3 hari. Beberapa jenis dengue test kit antara lain NS1, IgG/IgM dan Combo. Merk dengue test kit yang banyak dijual yaitu Humasis, Pakar Biomedika, Indofarma, dll. Medicalogy jual dengue test kit dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau. Beli dengue test kit di Medicalogy dengan garansi alat resmi serta after sales service yang mudah diakses. Dengue test kit di Medicalogy dijamin 100% asli dan baru.