Mesin Anestesi, Penyelamat saat Operasi Bedah

mesin-anestesi

Mesin anestesi biasa digunakan oleh seorang spesialis anestesi ataupun perawat anestesi untuk melakukan berbagai tindakan anestesi. Varian mesin anestesi yang umum digunakan di negara maju adalah mesin anestesi continuous flow (lebih dikenal sebagai mesin Boyle), yang dibentuk untuk menyediakan pasokan yang akurat dan terus menerus dari gas medis (seperti oksigen dan oksida nitrat ), kemudian dicampur dengan konsentrasi yang akurat dari anestesi uap (seperti isoflurane ).

Mesin Anestesi Boyle (1917)

Pada tahun 1917, seorang ahli anestesi kelahiran Barbados, Henry Edmund Gaskin Boyle (1875 – 1941), merancang sebuah mesin anestesi yang dapat memberikan anestesi dengan oksigen atau nitrogen oksida dan eter. Sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu, mesin anestesi asli ini mengalami perbaikan dan modifikasi selama lebih dari lima dekade berikutnya. Sampai saat ini mesin anestesi yang berasal dari pengembangan mesin Boyle merupakan jenis mesin anestesi yang paling banyak dipakai di negara inggris.

boyle

Mesin anestesi terdiri dari alat-alat anestesi dan perlengkapannya yang digunakan untuk melakukan tindakan anestesi umum secara inhalasi dengan cara menyalurkan gas atau campuran gas anastetik yang tergolong aman ke dalam rangkaian anestesi yang kemudian dihirup oleh pasien serta membuang sisa gas dari pasien. Banyak sekali varian dari rangkaian mesin anestesi mulai dari yang sederhana sampai dengan yang diatur oleh komputer secara otomatis.

Fungsi Mesin Anestesi

Fungsi dari mesin anestesi ( mesin gas) itu sendiri adalah mengeluarkan gas atau campuran gas anestetik yang tergolong aman ke rangkaian sirkuit anestetik yang kemudian bertujuan untuk dihirup oleh pasien yang sudah sesuai dengan indikasi, serta berfungsi untuk membuang sisa campuran gas yang dikeluarkan dari tubuh pasien tersebut.

Mesin yang aman dan ideal dapat memenuhi kriteria berikut:

  1. Mampu mengeluarkan gas anestetik dengan dosis tepat.
  2. Memiliki ruang rugi ( dead space) minimal.
  3. Mengeluarkan CO2 secara efesien.
  4. Memiliki tekanan yang rendah.
  5. Kelembaban yang terjaga dengan baik.
  6. Penggunaannya mudah serta aman.

Mesin anestetik sangat akrab dengan seorang spesialis anestesis dan perawat anestesi. Mesin anestetik yang modern dilengkapi langsung dengan ventilator mekanik serta alat pantau. Tidak ada alat lain yang sangat dihubung – hubungkan dengan praktik seorang  spesialis anestesi ataupun perawat anestesi selain dengan yang disebut mesin anestesi.

Mesin anestesi modern yang sudah ada sekarang semakin canggih dan memiliki banyak komponen keamanan, monitor dan ventilator mekanis, breathing circuit, serta satu atau beberapa mikroprosessor yang dapat berfungsi untuk mengintegrasi dan memonitor seluruh bagian komponen.  Penggunaan monitor dapat ditambahkan secara eksternal dan masih dapat diintegrasikan secara penuh.

Mesin Anestesi Konvensional Dan Modern (1970 – Sekarang) 

Beberapa keterbatasan yang dimiliki mesin anestesi konvensional.

  1. Mesin anestesi konvensional mempunyai bayak hubungan atau koneksi ekternal, walaupun telah dilakukan persamaan untuk ukuran pipa/tabung. Banyaknya hubungan eksterna ini merupakan salah satu sumber terjadinya diskoneksi atau kinking, miskoneksi, kelalaian atau sumbatan.
  2. Mesin konvensional telah dilengkapi dengan pembatas tekanan di dalam sirkuit nafas, akan tetapi sebagian perlu diatur secara manual untuk mempertahankan tekanan tetap berada dibawah nilai ekstrim.
  3. Terdapat resiko vaporizer. Vaporizer dapat bersifat menetap atau dapat dipindah – pindahkan. Ketika dalam posisi miring, agen cair dapat memasuki ruang bypass, menguap dan kemudian dialirkan ke sirkuit dalam dosis yang berlebih.
  4. Tidak adekuatnya penghantaran volume tidal.
  5. Mesin anestesi konvensional harus selalu diperiksa secara manual karena terkadang menjadi tidak akurat. Klinisi biasanya tidak memeriksa alat secara keseluruhan sehingga tidak mampu menemukan kerusakan atau bahkan tidak melakukan pemeriksaan sama sekali. Walaupun telah diberikan instruksi dengan jelas, bahkan residen anestesi paling baik hanya dapat melakukan 81% prosedur pemeriksaan.

Komponen Dasar

Secara umum mesin anestesi dibagi menjadi 3 komponen yang saling berhubungan, diantaranya :

  1. Komponen 1
    1. Sumber gas atau uap
    2. Penunjuk aliran gas ( PAG ) atau flowmeter
    3. Alat penguap ( vaporizer )
    4. Oksigen flush control yang mampu mengeluarkan O2 murni 35-37 Liter/menit tanpa melalui meter aliran gas pada keadaan darurat
  2. Komponen 2
    1. Sirkuit nafas
    2. Sistem lingkar
    3. Sistem magill
  1. Komponen 3

Alat – alat yang menghubungkan sirkuit nafas dengan pasien :

  1. Sungkup muka (face mask)
  2. Pipa endotrakeal ( ETT )

Aliran Gas

Aliran gas anestesi didalam sirkuit anestesi dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :

Uap dari obat anestesi dihirup masuk melalui paru-paru kemudian menembus membran alveoli kapiler kemudian masuk ke aliran darah kapiler menuju sirkulasi ke jantung bagian kiri kemudian menuju ke otak. Setelah itu obat akan menembus kapiler di jaringan otak dan masuk ke dalam sel-sel otak sehingga terjadi penurunan kesadaran pada diri pasien. Jika uap obat anestesi dihentikan, maka kadar obat pada alveolar akan turun sehingga dapat menimbulkan penurunan kadar obat dalam darah begitu pula penurunan kadar obat pada otak dan pasien akan kembali sadar. 

Persiapan

Setiap akan melakukan tindakan anestesi seorang spesialis anestesi atau perawat anestesi harus selalu melakukan pemeriksaan komponen dan fungsi dari sebuah mesin anestesi dengan cermat.

Hal – hal yang harus diperhatikan adalah:

1.Tabung sumber gas anestesi serta alat pengukur aliran

Hidupkan aliran gas dari tabung kemudian periksa tekanan dan aliran. Periksa juga tabung cadangan yang ada untuk berjaga – jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Reservoir O2

Lakukan pemeriksaan pada penghubung T dan pastikan tidak ada sumbatan pada jalan masuk udara yang dihirup oleh pasien

3. Vaporizer

Pastikan bahwa bagian vaporizer tersebut telah berisi, periksa juga setiap sambungan – sambungan yang ada kemudian putar tombol hingga angka 0

4. SIB

Periksa sambungan serta posisi magnet pada pompa.

5. Sistem pernafasan dan penghubung

Periksa dan pastikanlah semua sistem pernafasan serta setiap sambungannya sudah berjalan dengan baik

6. Katup pernafasan

Periksa katup pernafasan dengan cara melihat langsung pada katup, dimana  selama pernafasan daun katup harus selalu bergerak.

7. Periksalah ada atau tidaknya kebocoran sirkuit

Kembangkan kantong pompa, sementara itu penghubung yang berhubungan dengan pasien tutup dengan tangan, berikan tekanan pada bag sebesar 20-30 mmH2O, tidak boleh sampai ada udara yang keluar.

8. Pastikan sudah tersedia:

  1. Sungkup wajah yang sesuai dengan pasien
  2. Pipa oropharingeal yang sesuai dengan pasien
  3. Laringoskop yang dapat berfungsi dengan baik
  4. Pipa endotracheal yang sudah diperiksa kebocorannya
  5. Periksa keadaan suction yang akan digunakan
  6. Pastikan meja dapat diposisikan jika terjadi keadaan yang emergency
  7. Obat-obat yang dibutuhkan telah tersedia dengan lengkap
  8. Serta alat persiapan lainnya

Pemeliharaan

  1. Maintenance harian: Setiap habis pakai selalu lakukan pembersihan mesin anestesi serta mencuci peralatan yang telah kontak dengan pasien dengan menggunakan desinfektan dan sabun.
  2. Maintenance mingguan : memeriksa atau mengganti sensor O2 dan sensor flow bila tidak dapat melakukan kalibrasi.
  3. Maintenance bulanan : lakukan pembersihan terhadap cooling air filter.
  4. Maintenance semiannual : memeriksa ada atau tidaknya infeksi yang dikerjakan oleh teknisi agen mesin anestesi.
  5. Maintenance tahunan : melakukan kalibrasi yang dikerjakan oleh teknisi agen mesin anestesi. (Arn)

 

Dapatkan Update Terbaru Seputar Kesehatan!
Bergabunglah bersama subscribers lainnya untuk mendapatkan update dari kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *