PT Tekno Medicalogy adalah distributor resmi alat kesehatan | Izin PAK:  FK.01.01/VI/163/2017
Kategori Produk
harga Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p
Stok produk terbatas

Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p

Berat: 0.4 kg Brand: Accubiotech SKU: DBB00003

Dijamin original dan bergaransi

Urin strip untuk 11 parameter yang dapat digunakan dengan alat urine analyzer Accubiotech atau digunakan langsung dalam tes visual urin.

Download brosur Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p

Harga Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p :

Rp312,125.00
Rp249.700 20% off

Produk yang dibeli bersamaan:

Total = Rp299.700
( 2 of 2 items selected )

Deskripsi Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p

Urin strip untuk 11 parameter yang dapat digunakan dengan alat urine analyzer Accubiotech atau digunakan langsung dalam tes visual urin.

Parameter pengukuran :

  1. Asam askorbat
  2. Leukosit
  3. Nitrit
  4. Urobilinogen
  5. Protein
  6. pH
  7. Darah
  8. Specific Gravity
  9. Keton
  10. Bilirubin
  11. Glukosa

Urinalysis adalah satu set tes screening yang bisa mendeteksi beberapa penyakit umum. Alat ini juga bisa digunakan untuk melakukan screening terhadap dan/ atau membantu mendiagnosa beberapa kondisi, seperti infeksi saluran kencing, gagal ginjal, masalah hati, diabetes atau kondisi metabolisme yang lain. 

Selama pengujian visual terhadap urin, laboratorium mengobservasi warna dan kejernihan urin. Pengetesan ini dilakukan untuk mencari tanda- tanda adalahnya kandungan yang ada di dalam urin. Kemudian akan diinterpretasikan dengan hasil yang diperoleh dari pengujian kimia dan mikroskopik untuk mengkonfirmasi kandungan apa yang muncul. 

Parameter pengukuran pada analisa urin yaitu :

Specific Gravity (SG) 
Specific gravity adalah ukuran konsentrasi urin. Tes ini mengindikasikan bagaimana konsentrat urin tersebut. Pengukuran specific gravity merupakan perbandingan dari sejumlah kandungan yang ada di urin dan dibandingkan dengan air murni. Jika tidak ada kandungan yang muncul, maka specific gravity dari urin tersebut bisa 1.000 (sama dengan air murni). Karena semua urin mempunyai kandungan di dalamnya, maka SG urin 1.000 sangatlah tidak mungkin. Jika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu yang singkat atau mendapatkan suntikan intravenus (IV) cairan dalam jumlah yang banyak, kemudian urin specific gravity baru bisa hampir mendekati kandungan air. Batas atas dari tes pad, specific gravity 1.035, mengindikasikan urin konsentrat, satu dengan banyak kandungan dalam sedikit air.

Mengetahui konsentrasi urin membantu para medis untuk mengetahui apakah spesimen urin yang mereka evaluasi cukup bagus untuk mendeteksi kandungan khusus. Sebagai contoh, jika mereka mencari sedikit protein, sampel urin pada pagi hari bisa menjadi sampel terbaik. 

pH 
Karena dengan specific gravity, ada tipikal tertentu tetapi bukan nilai pH "abnormal". Urin biasanya cenderung mengandung asam, kira-kira pH 6, tetapi bisa berjarak dari 4.5-8. Ginjal memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan asam-basa pada tubuh. Bagaimanapun juga, kondisi apapun yang memproduksi asam atau basa pada tubuh, seperti acidosis atau alkalosis, atau proses pencernaan acidic atau makanan dasar bisa langsung mempengaruhi pH urin.

Beberapa kandungan yang dihancurkan di dalam urin akan keluar dalam bentuk kristal ketika urin berbentuk acidic; bagian yang lain akan membentuk kristal ketika urin dalam bentuk basic. Jika bentuk kristal urin ini diproduksi di dalam ginjal, batu ginjal atau "calculus" bisa berkembang. Dengan memodifikasi pH urin melalui diet atau obat-obatan, formasi dari kristal-kristal ini bisa dikurangi atau dihilangkan. (Sebagai tambahan informasi, lihat artikel Analisa Batu Ginjal dan Panel Resiko Batu Ginjal.)

Protein 
Test pad protein memberikan estimasi kasar tentang jumlah albumin di dalam urin. Albumin meningkatkan kira-kira 60% dari total protein di dalam darah. Normalnya, tidak akan ada protein atau hanya ada sedikit protein di dalam urin. Ketika protein di urin meningkat, seseorang mempunyai kondisi yang disebut dengan proteinuria.

Proteinuria umumnya bisa dilihat dalam kesehatan individual. Kesehatan seseorang bisa mempunyai proteinuria sementara atau tetap tergantung stres, olahraga, demam, terapi aspirin, atau terserang pilek, sebagai contoh. Tes ulang bisa dilakukan ketika semua kondisi tersebut sudah ditangani untuk menentukan apakah adanya proteinuria.

Jika jumlah protein sudah dideteksi, dan berdasarkan tanda-tanda orang tersebut, penyakit dan rekam medis, urinalysis yang diulang dan pengukur protein bisa ditampilkan nanti untuk melihat apakah masih ada protein di dalam urin atau sudah menurun sampai ke tingkat yang tidak bisa dideteksi. 

Jika sejumlah besar protein dideteksi pada urinalysis dan/atau protein muncul pada tes pengulangan, tes protein urin 24-jam bisa digunakan sebagai tes tindak lanjut. Karena pada dasarnya dipstick mengukur albumin, tes protein urin pada 24-jam juga bisa dilakukan jika petugas medis memperkirakan ada protein lain daripada albumin sudah dilepaskan ke dalam urin. 

Protein di dalam urin bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Sedikit albumin mungkin ditemukan di dalam urin ketika disfungsi ginjal mulai berkembang. Tes berbeda disebut urine albumin test mendeteksi dan mengukur sedikit albumin di dalam urin. Tes albumin urin ini lebih sensitif daripada dipstick urinalysis dan secara rutin digunakan untuk melakukan screening terhadap orang yang mempunyai kondisi kronis yang bisa menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. (Lihat artikelUrine Albumin.)

Proteinuria juga bisa dihubungkan dengan penyakit dan kondisi yang lain. Petugas medis bisa menawarkan jenis tes yang lain untuk menentukan penyebab adanya protein di dalam urin. Untuk informasi lebih lanjut, lihat artikel Proteinuria dan Penyakit ginjal.

Glukosa
Glukosa normalnya tidak muncul di urin. Ketika glukosa muncul, kondisi ini disebut glucosuria. Kondisi ini hasil dari:

  1. Kandungan glukosa yang terlalu banyak di dalam darah, seperti bisa dilihat pada orang yang menderita diabetes yang tidak terkontrol lagi. 
  2. Pengurangan "renal threshold;" ketika tingkat glukosa darah mencapai konsentrasi tertentu, ginjal mulai melepaskan glukosa ke urin untuk mengurangi konsentrasi darah. Terkadang konsentrasi yang sudah diambang batas dikurangi dan glukosa masuk urin dengan cepat, pada konsentrasi glukosa darah yang rendah. 

Beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan glucosuria meliputi kekacauan hormonalpenyakit hati, pengobatan, dan hamil. Ketika terjadi glucosuria, berbagai tes yang lain seperti puasa glukosa darah seringkali bisa dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab khusus.

Ketones 
Ketones normalnya tidak ditemukan dalam urin. Ketones adalah hasil dari metabolisme lemak. Ketones diproduksi ketika glukosa tidak tersedia di sel-sel tubuh sebagai sumber energi. Ketones bisa terbentuk ketika seseorang tidak mengkonsumsi cukup karbohidrat (contohnya, dalam kasus puasa, kelaparan, atau diet tinggi protein) atau ketika tubuh seseorang tidak bisa menggunakan karbohidrat dengan tepat. Ketika karbohidrat tidak tersedia, tubuh memetabolisme lemak bukan untuk mendapatkan energi agar tetap berfungsi. Olahraga berat, terpapar pilek, seringkali, muntah berkepanjangan, dan beberapa penyakit di sistem pencernaan juga bisa meningkatkan metabolisme lemak, menghasilkan ketonuria.

Seseorang yang menderita diabetes, ketones di dalam urin juga bisa menjadi indikasi awal dari tidak cukup tersedianya insulin. Dengan insulin yang tidak cukup, diabetic tidak bisa memproses glukosa dan memetabolisme lemak. Hal ini akan menyebabkan ketones mengendap di darah, menghasilkan di dalam ketonis kemudian lanjut ke ketoacidosis, sebuah bentuk dari metabolic acidosis. Kelebihan ketones dan glukosa dibuang ke dalam urin oleh ginjal untuk membuangnya dari dalam tubuh. Kondisi ini, disebut dengan diabetic ketoacidosis (DKA), yaitu yang biasa dilihat dengan tipe 1 diabetes yang tidak terkontrol dan bisa jadi darurat medis. (Lihat artikel Ketones dan Diabetes.)

Darah (Hemoglobin) dan Myoglobin
Tes ini digunakan untuk mendeteksi hemoglobin di dalam urin (hemoglobinuria). Hemoglobin adalah protein yang membawa oksigen dan terletak di dalam sel darah merah (RBC). Adanya RBC di dalam urin mengindikasikan darah di dalam urin (dikenal sebagai hematuria).

Sedikit RBC normalnya ada di urin dan biasanya menghasilkan tes kimia "negatif". Peningkatan jumlah hemoglobin dan/ atau peningkatan jumlah RBC dideteksi sebagai hasil tes kimia "positif". Hasil dari tes ini diinterpretasikan dengan semua hasil dari pemeriksaan mikroskop pada urin untuk menentukan apakah RBC ada di dalam urin. Hasil yang positif pada tes ini tapi tanpa adanya RBC mengindikasikan adanya hemoglobin di dalam darah (yang mana bisa muncul ketika RBC telah rusak) atau myoglobin dari cedera otot. (Lihat artikel Myoglobin.)

Darah di dalam urin bukanlah penemuan yang normal, tetapi bukan hal yang tidak umum dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Petugas medis pasti akan menginvestigasi lebih lanjut untuk mencoba menentukan sumber dan penyebab utama darah dan bisa melakukan tes ulang untuk menentukan apakah ada darah secara terus-menerus. 

Lihat The Microscopic Exam: Red Blood Cells dan artikel Hematuria untuk info lebih lanjut.

Leukocyte Esterase 
Leukocyte esterase adalah adanya enzim di dalam mayoritas sel-sel darah putih (WBC). Sedikit sel-sel darah putih ada di dalam urin dan biasanya memberikan hasil tes kimia yang negatif. Ketika sejumlah WBC di dalam urin meningkat secara signifikan, tes screening akan menjadi positif. Hasil dari tes ini akan ditentukan oleh tes mikroskopik untuk WBC di dalam urin.

Ketika tes ini positif dan/ atau jumlah WBC di dalam urin tinggi, hal ini bisa mengindikasikan bahwa ada inflamasi di dalam saluran kencing atau ginjal. Penyebab paling umum adanya WBC di dalam urin (leukocyturia) adalah infeksi saluran kencing (UTI) yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi kandung kemih atau ginjal. Sebagai tambahan untuk WBC, bakteri dan RBC juga bisa dilihat pada pemeriksaan mikroskopik. Jika bacteri muncul, tes kimia untuk nitrite juga bisa positif (lihat di bawah ini).

Nitrite 

Tes ini mendeteksi nitrit dan berdasarkan fakta bahwa banyak bakteri bisa berubah menjadi nitrate (kandungan normal di dalam urin) kemudian menjadi nitrite. Normalnya, saluran kencing dan urin bebas dari bakteri dan nitrite. Ketika bakteri masuk ke dalam saluran kencing, bisa menyebabkan infeksi saluran nafas. Hasil tes nitrit yang positif bisa mengindikasikan UTI. Bagaimanapun juga, karena tidak semua bakteri mampu berganti dari nitrate menjadi nitrite, seseorang masih bisa mempunyai UTI walaupun hasil tes nitrit-nya menunjukkan negatif. Hasil dari tes ini akan ditentukan dengan leukocyte esterase (di atas) dan pengujian mikroskopik.

Bilirubin 
Tes ini adalah screening untuk bilirubin di dalam urin. Bilirubin tidak ada di dalam urin yang normal dan sehat. Bilirubin merupakan sampah yang diproduksi oleh hati dari hemoglobin RBC yang rusak dan dikeluarkan dari sirkulasi. Bilirubin menjadi komponen empedu, Zat cair dan gas yang dilepaskan ke dalam isi perut untuk membantu pencernaan makanan.

Dalam penyakit hati, seperti gangguan biliary atau hepatitis, kelebihan bilirubin bisa terbentuk di dalam darah dan dibuang di dalam urin. Adanya bilirubin di dalam urin adalah indikasi awal akan penyakit hati dan bisa terjadi sebelum adanya penyakit klinis, seperti perkembangan penyakit kuning.

Hasil dari tes ini akan ditentukan dengan hasil urobilinogen (di bawah). Jika hasilnya positif, maka tenaga medis akan melakukan tes laboratorium lebih lanjut, seperti liver panel, untuk membantu menentukan diagnosa.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat artikel Bilirubin dan Penyakit Hati.

Urobilinogen 
Tes ini untuk melihat urobilinogen di dalam urin. Hasil yang muncul ditentukan dengan bilirubin urin (di atas). 

Urobilinogen normalnya ada di dalam urin dengan konsentrasi yang rendah. Urobilinogen dibentuk di dalam perut dari bilirubin, dan ada sejumlah urobilinogen yang diserap kembali ke dalam darah. Hasil tes yang positif mengindikasikan penyakit hati, seperti viral hepatitiscirrhosis, kerusakan hati karena narkoba atau racun, atau kondisi yang berhubungan dengan peningkatan kerusakan RBC (hemolytic anemia). Ketika urine urobilinogen rendah atau tidak ada di dalam tubuh seseorang dengan urine bilirubin dan/ atau tanda-tanda disfungsi hati, bisa jadi hal tersebut mengindikasikan adanya hepatic atau kerusakan biliary.

Ascorbic Acid (Vitamin C)

Adakalanya, orang yang mengkonsumsi vitamin C atau multivitamin biasanya mempunyai kandungan ascorbic acid yang banyak di dalam urin-nya. Ketika hal ini terjadi, petugas laboratorium bisa melakukan tes terhadap sampel ascorbic acid (vitamin C) karena telah diketahui bahwa ascorbic acid mempengaruhi tolok ukur tes urin untuk glukosa, darah, bilirubin, nitrit dan leukocyte esterase.

Medicalogy jual urine strip 11 parameter merk Accubiotech dengan harga murah. Hubungi kami di email info@medicalogy.com atau telepon/WA di 0812 9820 0042.

Diskusi Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p


Tidak menemukan jawaban yang Anda cari? Tanya disini!
Pertanyaan Anda:

Review Urine Reagent Accubiotech Strip 11 p


Belum ada ulasan.
Perlindungan Pembeli
Full refund jika pesanan tidak diterima
Refund atau tetap miliki produk yang tidak sesuai dengan deskripsi
Butuh Bantuan? Hubungi:
  081298200042
  info@medicalogy.com
Produk Rekomendasi
DFI Strip Cek Urin DUS 10 M
25% off
Rp335.000
Rp250.413
Urine Reagent Accubiotech Strip 10 P
20% off
Rp243.375
Rp194.700
Nesco Kertas pH Tester
33% off
Rp275.000
Rp184.000
Urine Strip 3 Parameter
10% off
Rp61.600
Rp55.440