Ayo, Kenali Malaria Lebih Dalam!

Malaria memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Penyakit endemik di Indonesia ini menjadi salah satu penyakit yang merenggut banyak orang. Tercatat sekitar satu juta orang lebih di dunia meninggal karena malaria.  Malaria ditemukan di daerah beriklim sedang, seperti Afrika dan India. Tidak terkecuali di Indonesia, prevalensi penyakit malaria paling tinggi diduduki daerah Papua. Penyebabnya ialah masyarakat kurang waspada dan kurang paham mengenai malaria.

Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan malaria itu berbeda. DBD disebabkan oleh virus dengue dengan perantara nyamuk Aedes aegypti. Sedangkan malaria disebarkan oleh nyamuk Anopheles dan disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax. Namun perlu diketahui, bahwa parasit penyebab malaria tidak hanya Plasmodium vivax. Parasit lain yang menyebabkan malaria dengan efek yang lebih parah adalah Plasmodium falciparum. Parasit ini lebih parah menginfeksi pada anak- anak usia 1 – 9 tahun dan ibu hamil.Perbedaan antara Plasmodium vivax dengan Plasmodium falciparum tidak hanya pada efeknya, tapi juga daerah yang penyebarannya. Umumnya Plasmodium vivax menginfeksi daerah perkotaan. Sedangkan Plasmodium falciparum menginfeksi daerah pedesaan.

 

  • Cara penularan malaria

Penularan malaria disebarkan melalu nyamuk Anopheles betina. Ketika nyamuk menggigit penderita malaria, nyamuk  tersebut menyedot parasit yang disebut gametocytes. Parasit tersebut menyelesaikan siklus hidupnya di dalam tubuh nyamuk dan merambat ke kelenjar ludah nyamuk. Pada saat menggigit anda, nyamuk ini menyebarkan parasit dalam aliran darah anda. Parasit tersebut menuju hati dan menggandakan diri.

Penularan malaria juga dapat melalu transfusi darah dan wanita hamil ke janin. Nyamuk Anopheles biasanya menyerang pada pagi dan sore hari.

  • Gejala malaria

Gejala malaria terbagi menjadi dua, yaitu gejala umum dan gejala khusus.

  1. Gejala Umum

Infeksi awal malaria memiliki tanda dan gejala sebagai berikut :

  1. Menggigil
  2. Demam tinggi
  3. Berkeringat secara berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh
  4. Mengalami ketidaknyamanan dan kegelisahan (malaise)

Tanda dan gejala lain antara lain:

  1. Sakit kepala
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Diare

 

  1. Gejala Khusus

Umumnya setelah infeksi malaria terjadi masa inkubasi,yang berkisar selama berikut:

  1. Masa inkubasi untuk Plasmodium falciparum sekitar 9 sampai 14 hari.
  2. Masa inkubasi untuk Plasmodium vivax sekitar 12 sampai 18 hari.

 

  • Orang – orang yang beresiko (faktor resiko) terkena malaria :
  1. Anak- anak (umumnya usia kurang dari 10 tahun) dan bayi.
  2. Ibu hamil
  3. Pelancong yang datang dari wilayah tanpa malaria

 

  • Cara pencegahan malaria

 

  1. Melakukan fogging (pengasapan) di sekitar rumah, khususnya daerah-daerah yang tergenang air
  2. Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai baju tertutup
  3. Menggunakan lotion anti nyamuk
  4. Memasang kelambu anti nyamuk
  5. Jika Anda akan berpergian ke tempat di mana banyak nyamuk malaria mengancam, konsultasikan dulu dengan dokter
  6. Jangan keluar rumah setelah senja
  7. Menyemprotkan obat nyamuk di kamar tidur dan isi rumah
  8. Makan makanan yang bergizi
  9. Olahraga yang teratur

 

Yang paling terakhir adalah pencegahan dengan menggunakan obat (kemoprofilaksis).Biasanya,obat yang digunakan adalah doksisiklin.Diminum setiap 1 hari dengan dosis 2mg/kgBB. Namun, obat tersebut diminum pada saat tertentu saja. Misalkan jika anda ingin berpergian ke tempat yang sedang terkena malaria, anda meminum doksisiklin sehari sebelum berangkat ke tempat tersebut. Obat tersebut untuk mengurangi resiko terinfeksi malaria. Sehingga apabila terkena malaria, maka gejala klinisnya tidak akan berat. Tidak dianjurkan penggunaan obat tersebut pada anak usia di bawah 8 tahun dan ibu hamil. Sebelum menggunakan pencegahan dengan meminum obat, alangkah baiknya anda berkonsultasi dulu ke dokter.

Malaria memang salah satu peyakit yang merenggut banyak nyawa. Sayangnya, belum ditemukan vaksin yang efektif untuk melawan malaria. Diperlukan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam diri masing-masing. Tidak hanya itu,pemahaman mendalam mengenai penyebaran penyakit itu sendiri pun sangat penting. Peringatan malaria di dunia jatuh setiap tanggal 25 April. Terkadang masyarakat Indonesia tidak akan sadar akan bahaya yang mengancam bila belum terkena penyakit itu. Oleh sebab itu,ayo, kita cegah penyebaran malaria di Indonesia!

Dapatkan Update Terbaru Seputar Kesehatan!
Bergabunglah bersama subscribers lainnya untuk mendapatkan update dari kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *